Jumat, 26 Maret 2010
NU Perekat NKRI di Papua
Makassar,, Muktamar
Nahdlatul Ulama (NU) telah menjadi perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Papua, salah satu kawasan Indonesia yang masuk kategori rawan konflik. NU telah memainkan peran yang baik di Papua, terutama pada saat dipimpin oleh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (alm).
Demikian disampaikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua dalam penyampaian pemadangan umum atas laporan pertanggungjawaban PBNU di auditorium utama Muktamar ke-32 di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Kamis (25/3).
“Papua sangat menerima NU, terutama Gus Dur yang oleh orang Papua disebut sebagai bapak demokrasi, bapak orang Papua,” kata Wanggai yang menyatakan asli orang Papua.
Dikatakan, pada saat Gus Dur meninggal, orang papualah yang pertama kali mengusulkan tokoh NU itu menjadi pahlawan nasional.
Sementara itu perwakilan wilayah Papua Barat dalam penyampaian pemandangan umumnya menyatakan prihatin terhadap munculnya berbagai peraturan daerah atau Perda yang memaksakan salah satu agama yang dinilai mengancam NKRI.
“Kami meminta PBNU untuk bisa mengatasi perda injil ini. Meskipun belum ditetapkan tapi telah tertulis dimana-mana bahwa akan dipasang salib di masjid, dilarang adzan dengan pengeras suara, dan ibu-ibu disuruh melepas jilbabnya,” kata Ketua PWNU Papua Barat M. Cholid.
Sementara itu PWNU Aceh dalam pemandangan umumnya mengucapkan terimakasih kepada PBNU atas bantuan yang diberikankepada warga Aceh pada saat terjadinya musibah tsunami.
“Mewakili warga masyarakat Aceh kami mengucapkan terimakasih kepada PBNU. Dan kami ingin Aceh menjadi tuan rumah muktamar NU ke-33 atau ke-34 mendatang,” kata Rais Syuriyah PWNU Aceh, Nurul Zahid Yahya.
Nahdlatul Ulama (NU) telah menjadi perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Papua, salah satu kawasan Indonesia yang masuk kategori rawan konflik. NU telah memainkan peran yang baik di Papua, terutama pada saat dipimpin oleh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (alm).
Demikian disampaikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua dalam penyampaian pemadangan umum atas laporan pertanggungjawaban PBNU di auditorium utama Muktamar ke-32 di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Kamis (25/3).
“Papua sangat menerima NU, terutama Gus Dur yang oleh orang Papua disebut sebagai bapak demokrasi, bapak orang Papua,” kata Wanggai yang menyatakan asli orang Papua.
Dikatakan, pada saat Gus Dur meninggal, orang papualah yang pertama kali mengusulkan tokoh NU itu menjadi pahlawan nasional.
Sementara itu perwakilan wilayah Papua Barat dalam penyampaian pemandangan umumnya menyatakan prihatin terhadap munculnya berbagai peraturan daerah atau Perda yang memaksakan salah satu agama yang dinilai mengancam NKRI.
“Kami meminta PBNU untuk bisa mengatasi perda injil ini. Meskipun belum ditetapkan tapi telah tertulis dimana-mana bahwa akan dipasang salib di masjid, dilarang adzan dengan pengeras suara, dan ibu-ibu disuruh melepas jilbabnya,” kata Ketua PWNU Papua Barat M. Cholid.
Sementara itu PWNU Aceh dalam pemandangan umumnya mengucapkan terimakasih kepada PBNU atas bantuan yang diberikankepada warga Aceh pada saat terjadinya musibah tsunami.
“Mewakili warga masyarakat Aceh kami mengucapkan terimakasih kepada PBNU. Dan kami ingin Aceh menjadi tuan rumah muktamar NU ke-33 atau ke-34 mendatang,” kata Rais Syuriyah PWNU Aceh, Nurul Zahid Yahya.
Kamis, 25 Maret 2010
Pasar Terapung

Kebanyakkan orang mendengar kata pasar merupakan hal yang biasa dan umum apalagi bagi ibu-ibu tentunya hal tersebut bukan hal yang asing lagi. Pasar dapat kita artikan sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli. Di pasar intinya ada transaksi jual beli antara pedagang dengan pembeli. Disini adanya kesepakatan harga antara kedua belah pihak. Pasar juga identik dengan berbagai macam bau-bauan yang ditimbulkan dari berbagai macam barang dagangan terutama pasar ikan, pasar daging, dan segala macamnya. Hal tersebut merupakan teman setia para pedagang setiap harinya dan tidak dapat dipisahkan dari kegiatan yang ada di pasar. Pasar biasanya berada di atas lahan tanah dan biasanya lokasi di tentukan oleh pemerintah daerah.
Jumat, 19 Maret 2010
Olo-Onyon Slanketan Club ( OSC)

Komunitas orang-orang yang terus kreatif dan tidak pernah menyerah dalam mencari ilmu, memperjuangkan kehidupan dimasa depan yang lebih baik.
Olo-Onyon dan Slangketan berdiri pada tahun 2002, bermula ketika kumpul2 dengan teman2 senasib seperjuangan yang selalu bergandengan untuk kebersamaan dalam kesetia kawanan dalam suka maupun duka.
Olo-onyon adalah komunitas pelajar laki2 dan Slangketan adalah komunitas perempuan, kami menganbil nama itu agar lebih unik dan kocak, karena anggota kami adalah orang2 yang unik dengan berbagai talenta masing2 yang sangat baik dalam bidangnya. dan juga anggotanya juga kocak n suka becanda, maka suasananya lebih enjoy.
I love you My Friend, dan selamat mencurahkan rasa rindu di sini, walaupun kita sekarang jauh tapi selalu ada dalam hati ini.
Dukung Blog ini yach teman-teman.
Langganan:
Postingan (Atom)